Tulisan: Tri Rahayuningsih S. Psi MA

Kualitas Wanita Untuk Penguatan Bangsa


Ditulis oleh Hizra Marisa, pada : 09 Februari 2016 12:14:56 WIB


Peningkatan kualitas perempuan Indonesia selama ini berkaitan dengan kebijaksanaan menangani isu-isu penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, upaya untuk mengembangkan kesetaraan gender, penanganan kekerasan terhadap perempuan, dan mengembangkan suasana yang lebih kondusif sehingga mendorong peningkatan kualitas hidup perempuan bisa lebih lancar. Posisi Human Development Index (HDI) untuk perempuan Indonesia tidak beranjak dan bahkan cenderung menurun dibandingkan dengan posisi yang sama dari penduduk dan perempuan dari negara-negara tetangga yang semestinya pantas berada dibawah posisi Indonesia. Ini dikarenakan keterpurukan ekonomi yang berkembang menjadi keterpurukan multi dimensi yang melanda seluruh kehidupan bangsa. 

Posisi yang tak kunjung membaik ini karena berdasarkan ukuran suksesnya gerakan dan program aksi, yaitu partisipasi yang makin meluas dari sasaran-sasaran generasi muda, terutama kaum perempuan, pasangan usia subur muda, serta para ibu dewasa yang bisa menjadi sasaran utama karena mempunyai persoalan-persoalan rumah tangga yang sedang mengalami perubahan. Sementara, kelemahan pemerintah yaitu ketidakmampuan banyak pihak menerjemahkan kebijaksanaan dan rancangan program aksi menjadi program operasional atau kegiatan sederhana yang bisa mengundang partisipasi publik secara mandiri. Kelemahan lain adalah bahwa program aksi yang dirancang biasanya begitu canggih, memerlukan pelaksana yang sangat tinggi kualitasnya dan dana yang besar. 

Tanpa SDM dan dana yang melimpah gerakan itu tidak dapat dilaksanakan secara mandiri. Akibatnya, banyak program aksi dilaksanakan setengah-setengah dan tidak mempunyai dampak signifikan terhadap pencapaian development goals yang sama-sama disepakati dalam berbagai pertemuan internasional. Komponen HDI temasuk kualitas hidup yang diukur dari usia harapan hidup, partisipasi dalam bidang pendidikan, dan partisipasi dalam keluarga yang menghasilkan pendapatan yang bisa memperbaiki kualitas hidup anggotanya. Karena yang diukur adalah seluruh penduduk Indonesia, maka dengan sendirinya hanya melalui suatu program yang diikuti oleh bagian terbesar rakyat Indonesialah yang akan memberikan dampak positif terhadap perubahan HDI tersebut. Suatu kemajuan yang hanya diikuti oleh sebagian kecil masyarakat tidak akan memberikan dampak signifikan.

Penduduk diberdayakan menurut strategi life cyclenya. Kekuatan pembangunan dapat difokuskan untuk membantu pengembangan dan pemberdayaan perempuan dalam gradasi usianya, mulai dari saat usia sangat dini, anak-anak dan usia remaja, usia dewasa, usia kerja dan akhirnya usia lansia. Pendekatan ini, seperti juga pendekatan lain untuk memperbaiki HDI harus menempatkan manusia, khususnya perempuan, sebagai titik sentral pembangunan. Selama ini keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas perempuan Indonesia telah dilakukan melalui wajib belajar 12 tahun, program menurunkan angka kematian ibu dan bayi, perlindungan terhadap hak-hak reproduksi bagi perempuan, perlindungan kehidupan ekonomi perempuan terutama buruh migran dan perempuan di daerah terpencil, peningkatan jumlah perempuan yang berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di Indonesia, dan peningkatan kualitas hidup perempuan lanjut usia. Namun, sebelum menjalankan fungsi dan meningkatkan kualitas hidup keluarga, seorang perempuan perlu meningkatkan kualitas hidupnya terlebih dahulu.

Peran wanita dalam UU No. 39 tahun 1999 yaitu sebagai istri (mendampingi suami), sebagai ibu (pendidik, pengatur rumah tangga), dan dalam masyarakat dan negara (sebagai tenaga kerja, anggota organisasi sosial). Fungsi perempuan dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga adalah perempuan memiliki keberdayaan dalam menjalankan fungsi-fungsi keluarga dan memberikan perlindungan kepada anak. Fungsi-fungsi tersebut mencakup fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan. Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari perlakukan diskriminasi, eksploitasi baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan dan penganiyayaan, dan ketidakadilan. Oleh karena pentingnya fungsi wanita, maka perlu upaya peningkatan kualitas hidup dan peran wanita. Misalnya, meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui aksi afirmasi, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, hukum, ketenagakerjaan, sosial, politik, lingkungan hidup, dan ekonomi. 

 

==========================================

Tentang Penulis: Tri Rahayuningsih S. Psi MA merupakan dosen pada Program Studi Psikologi Universitas Abdurrab (UNIVRAB). Saat ini ia tengah diamanahkan sebagai Ketua Pusat Studi Wanita UNIVRAB periode 2015 - 2018.

==========================================

Berita Lainnya
09 Februari 2016 12:14:56 WIB

Kualitas Wanita Untuk Penguatan Bangsa

Peningkatan kualitas perempuan Indonesia selama ini berkaitan dengan kebijaksanaan menangani

27 Maret 2016 21:32:36 WIB

Peran Perguruan Tinggi Dalam Pilkada Serentak

Pelaksanaan Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015 telah berjalan

19 April 2016 09:17:32 WIB

Islam dan Penggusuran

Pembaca yang berbahagia, Sebagai warga Negara yang legal di indonesia ini,