Tulisan: Husni Mubarak ST M.Sc

Kayu Hilang Baja pun Datang


Ditulis oleh Hizra Marisa, pada : 22 Februari 2016 14:49:40 WIB


Perkembangan teknologi membuat perubahan gaya hidup dari biasa, menengah menjadi mewah hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, gaya hidup dan lain sebagainya, begitu juga hal ini berdampak pada era konstruksi wabil khusus pada bangunan tempat tinggal yang mana perubahan dari material atau bahan bangunan yang sederhana menjadi bangunan yang megah, hal ini didukung dengan banyaknya material yang baru, kuat, dan teruji. Salah satunya baja,

Pada era 60-an baja belum sama sekali dikenal oleh masayarakat awam disebabkan fungsi kayu sangat melimpah dan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat diantaranya bisa dilihat pembuatan pada konstruksi kuda-kuda, jembatan dan lain sebagainya,saat itu hargapun bisa dikatan masih bersahabat, apalagi pada tempat-tempat yang berada pada pinggiran sungai dan laut, kayu merupakan sarana transportasi untuk penyebrangan dengan dibuatkannya kapal atau sampan yang mana dapat membantu masyarakat menjangkau pulau-pulau disekitar mereka.apaagi dibeberapa tempat atau daerah yang sangat menjaga sekali pelestarian hutan sampai dibentuknya pemangku adat sebagai lemabaga hukum di daerah setempat.

Pada era tahun millenium perkembangan kayu semakin berkurang, apalagi didaerah-daerah yang masih belum terjamah oleh pembangunan termasuk di daerah tempat lahir saya Riau. Disini saya tidak menjelaskan secara detail berkaitan dengan populasi dan siklus hutan yang menjadi penekan disini adalah ketika hutan berkurang timbullah inovasi baru baja masuk dan mendekat dikalangan masayarakat, banyak kita jumpai rumah , gedung, jembatan dan lain sebagainya yang material dari bangunan tersebut dilapisi dengan baja. Pada prinsipnya antara kayu dan baja masing-masing material ini mempunyai kelebihan dan kekurangan saat ini orang lebih memilih rangka atap baja ringan dari pada rangka atap kayu, mengapa?  Sebenarnya rangka atap  kayu dan rangka atap baja ringan sebagai bahan bangunan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memilih diantara keduanya untuk digunakan sebagai tempat dudukan penutup atap rumah maupun bangunan lainya.

Jika dilihat dari keawetan maka atap dengan bahan baja ringan akan lebih tahan lama jika digunakan pada bangunan yang jauh dari hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan pada baja misalnya bangunan di dekat laut akan sering terkena angin yang membawa bahan penyebab karat pada besi sehingga dalam kondisi ini akan lebih baik jika menggunakan kayu sebagai rangka struktur bangunan. Dari segi harga dapat dilihat bahwa bahan harga  kayu dan baja ringan tidak terlalu beda jauh, namun kayu bisa jadi lebih mahal mengingat kelangkaan kayu karena maraknya penebangan pohon tanpa diimbangi dengan upaya penanaman kembali dengan jumlah yang seimbang antara penebangan dan penanaman. Pekerjaan rangka atap baja ringan dihitung dalam satuan kg atau meter sedangkan kayu dihitung dalam satuan m3 atau meter, sehingga diperlukan data harga baja ringan per kg atau harga kayu per meter kubik untuk dapat menghitung rencana anggaran biaya bangunan khususnya pekerjaan rangka atap rumah. dalam proses pengerjaan diperlukan tukang bangunan yang ahli dalam baja ringan untuk memasangnya sedangkan untuk rangka atap kayu dapat dikerjakan oleh tukang kayu yang telah ahli dalam bidang perkayuan sehingga dapat dihasilkan pekerjaan dengan kualitas bagus setelah sebelumnya mempertimbangkan perbandingan rangka atap kayu dan baja ringan.

Setelah memutuskan jenis material mana yang akan digunakan dapat dilanjutkan dengan perencanaan perhitungan struktur rangka kuda-kuda atap untuk menentukan bentuk dan dimensi bahan yang kuat menahan beban diatasnya namun dicari yang sekecil mungkin sehingga dapat menghemat biaya pembangunan rumah tinggal. Jika tertarik dengan desain kombinasi kayu dengan rangka atap baja ringan, tidak ada salahnya di konsultasikan dulu dengan aplikator atau fabrikator rangka atap baja ringan agar estetika bangunan dan desain yang akan dicapai menjadi lebih menarik dan tidak menjadi masalah dalam pemasangannya.

 

Kayu

Sebagai bahan konstruksi bangunan, kayu sudah dikenal dan banyak dipakai sebelum orang mengenal beton dan baja. Dalam pemakaiannya kayu tersebut harus memenuhi syarat yaitu  mampu menahan bermacam-macam beban yang bekerja dengan aman dalam jangka waktu yang direncanakan; mempunyai ketahanan dan keawetan yang memadai melebihi umur pakainya  serta mempunyai ukuran penampang dan panjang yang sesuai dengan pemakaiannya dalam konstruksi.

Kayu mempunyai kekuatan yang tinggi dan berat yang rendah, mempunyai daya penahan tinggi terhadap pengaruh kimia dan listrik, dapat mudah dikerjakan, relatif murah, dapat diganti dengan mudah, dan bisa didapat dalam waktu singkat. Kerugiannya antara lain ialah sifat antara lain ada beberapa kayu bersifat kurang awet dalam keadaan tertentu.kayu dapat memuai dan menyusut dengan perubahan perubahan kelembaban dan meskipun tetap elastis, pada pembebanan berjangka lama sesuatu balok akan terdapat lendutan yang relatif besar. Sifat-sifat karakteristik ini memperlihatkan perbedaan-perbedaan penting antara kayu dan bahan yang lain, untuk analisa matematis dalam ilmu kekuatan biasanya diidealisir sebagai bahan yang sempurna akan homogenitas dan elastisitannya.

 

============================================

Tentang Penulis: Husni Mubarak ST M.Sc, dosen muda dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Abdurrab. Periode 2015-2019, Husni diamanahkan sebagai Ketua Prodi Teknik Sipil UNIVRAB. Pria kelahiran Bengkalis 03 Februari 1985 ini menempuh D3 di Politeknik TEDC Bandung, S1 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dan Master di UGM Jogjakarta.

============================================

Berita Lainnya
27 Maret 2016 21:32:36 WIB

Peran Perguruan Tinggi Dalam Pilkada Serentak

Pelaksanaan Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015 telah berjalan

11 Januari 2016 10:45:25 WIB

Nationalism

Benedict Anderson defined a nation as "an imagined political community

31 Desember 2015 17:37:37 WIB

Dia Sang Nabi

Rasul agung itu bernama Muhammad. Sebuah nama baru masa itu.