UNIVRAB Laksanakan Seminar dan Workshop untuk Guru BK SMA Provinsi Riau


Ditulis oleh Hizra Marisa, pada : 21 November 2016 09:05:00 WIB


UNIVRAB - Peran guru Bimbingan Konseling (BK) sangat penting dalam melakukan pembentukan karakter pada siswa, setidaknya merekalah (guru BK -red)yang jauh lebih bisa memahami siswa dan mampu melakukan pendekatan lebih ke arah emosional dan psikologi.

Berdasarkan hal tersebut, maka Universitas Abdurrab (UNIVRAB) melaksanakan Seminar dan Workshop Pengembangan Diri Siswa pada Sabtu (19/11). Bertempat di Ruang Serba Guna Tarikh Bin Ziyad, acara  dihadiri oleh seluruh Guru BK SMA dan SMK di Provinsi Riau.

Menghadirkan pembicara yakni Dr dr Susiana Tabrani M.Pd yang merupakan pakar pendidikan yang telah berpengalaman 21 tahun dalam dunia pendidikan, pembicara kedua yakni Ardian Adi Putra M.Psi yang merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) Psikologi UNIVRAB, instruktur Workshop yakni Nurtaniawati M.Pd yang seorang pendidik dan trainer guru BK dan dimoderatori oleh Hizra Marisa S.IP M.Si dari Humas UNIVRAB.

Acara yang dimulai pada pukul 08.30 tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Andree S.IP M.A. Dalam pidato sambutannya, Andree menyampaikan pentingnya peran guru BK dalam pembentukan karakter anak bangsa.

Dalam sesi pertama, Susiana Tabrani memberikan pemaparan tentang "Peran guru BK dalam pengembangan potensi siswa yang memiliki adab". Susiana mengawali penjelasan tentang pentingnya Problem Based Learning dalam dunia pendidikan, dilanjutkan dengan kaitan antara pembentukan karakter dan adab dengan ilmu kedokteran, bidang yang memang menjadi latar belakang pendidikannya.

"Emotion affect learning, perlunya membahagiakan para siswa untuk dapat menikmati proses belajar mengajar, disini peran guru BK sangat penting dan utama," ucap wanita yang juga merupakan Pembina Yayasan tersebut dihadapan para hadirin.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Ardian Adi Putra M.Psi Psikologi, dengan judul "Peran guru BK dalam memahami remaja untuk mengembangkan potensi siswa". Pria kelahiran 1987 yang silam tersebut menyatakan adanya paradigma yang salah tentang guru BK selama ini seperti guru BK adalah guru yang hanya berfokus pada razia sekolah dan banyaknya siswa yang cenderung malas jika berhadapan dengan guru BK.

"Sudah saatnya stigma dan paradigma yang salah tersebut dihapuskan. Guru BK harus hadir sebagai guru yang perhatian, disukai banyak siswa, mengerti fenomena para remaja, karena sudah seharusnya guru BK menjadi tempat cerita dan berkeluh kesah para siswa," ucap Ardi.

Selepas ISHOMA, peserta yang terdiri dari 70 puluh perwakilan sekolah se-Provinsi Riau tersebut melaksanakan workshop yang dipandu oleh Nurtaniawati M.Pd. Dalam sesi workshop, tiap guru membentuk 13 kelompok. Dimana masing-masing kelompok diberikan masalah dan diajak untuk mencari solusinya. Acara juga diwarnai dengan berbagai games menarik.

Ketua panitia acara, Giovany SE M.Sc berharap dengan dilaksanakannya seminar dan workshop ini memberikan kontribusi keilmuan bagi para guru BK. Kedepan, acara lanjutan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Kegiatana ini menjadi sarana silaturahim antara universitas dengan sekolah di Riau dan bentuk kepedulian UNIVRAB dalam pembentukan karakter generasi bangsa, sesuai dengan tujuan mulia pendiri UNIVRAB yakni "Selamatkan generasi melalui pendidikan".***(Hizra-HUMAS UNIVRAB)

Berita Lainnya
12 Januari 2016 08:43:20 WIB

Calon Dokter dan Tenaga Kesehatan FKIK UNIVRAB Turun ke Desa

UNIVRAB Masyarakat Desa Sungai Putih Kecamatan Tapung Kampar tampak berbondong-bondong

04 Agustus 2016 13:50:00 WIB

Talkshow Program Kreatifitas Mahasiswa, Rektor Harap Tahun Ini Kirim 40 Proposal Penelitian

UNIVRAB -Ruang leadership lantai I gedung shalahudin Al-Ayubi Kamis (04/08).

16 Agustus 2016 15:38:09 WIB

Yudisium dan Pengangkatan Sumpah Prodi DIII Kebidanan UNIVRAB

UNIVRAB -Jam menunjukan pukul 09.50. WIB, suara Selli Juwita SST