Fitnah Besar di Akhir Zaman


Ditulis oleh Hizra Marisa, pada : 13 Januari 2017 10:00:00 WIB


UNIVRAB - Jum’at (13/01) saat jam menunjukan pukul 08.15 WIB civitas akademika UNIVRAB menuju Masjid At-Tabrani. Para civitas akademika tak lupa berwhudu’ sebelum memasuki masjid yang terletak di kawasan Universitas Abdurrab itu.  Kegiatan yang menjadi rutinitas pekanan di penghulu hari itu, dikenal dengan kajian Dhuha. Program dari Lembaga Da’wah dan Pengkajian Islam (LDPI) UNIVRAB. Menghadirkan ustad Tajudin Nur Lc MA sebagai penceramah.  

Dihadapan para civitas akademika UNIVRAB pria yang akrab dengan panggilan Ustad Tajuddin ini mengawali ceramah dengan menyampaikan cerita atau kisah hikmah. Seorang Pria yang sholeh bernama Abdullah Ibnu Mubarak. Pria ini anak dari seorang budak bernama Mubarok. Pekerjaannya sebagai penjaga kebun delima. Suatu hari sang majikan kedatangan tamu seorang saudagar dan sang majikan mengajak sang saudagar untuk melihat kebun delima miliknya. Sesampai dikebun sang majikan ingin menyajikan buah delima untuk tamunya.

Lalu sang majikan memanggil Mubarok dan meminta Mubarok untuk memilihkan buah delima yang paling manis. Mubarok mengambilkan beberapa buah delima lalu mengantarkannya kepada saudagar. Setelah dicoba ternyata buah delima pilihan Mubarok rasanya masam. Sang majikan kembali memanggil Mubarok lalu menyampaikan buah pilihannya rasanya mengecewakan.

Sang majikan kembali meminta Mubarok Untuk mengambilkan buah delima yang lain yang rasanya manis.kedua kalinya buah delima pilihan Mubarok masih asam. Untuk ketiga kalinya pilihan buah delima Mubarok masih asam. Ahirnya sang majikan bertanya kepada Mubarok. Sudah bertahun-tahun engkau tinggal menjaga dan merawat buah delima ini kenapa kamu tidak bisa membedakan mana buah delima yang asam dengan buah delima yang manis?. Demikian sang Majikan bertanya kepada Mubarok.

Mubarokpun menjawab pertanyaan majikkannya. Tuan saya memang telah menjaga kebun delima tuan bertahun-tahun tapi saya belum pernah memakan buah delima tuan kerena saya takut. Tuan hanya menyuruh saya untuk menjaga dan merawat buah delima maka saya tidak berani untuk memakannya karena saya takut pada Allah SWT atas makanan yang tidak halal yang saya makan. Mendengar kejujuran Mubarok timbulah ketakjukan sang majikan. Kemudian majikan menikahkan putrinya dengan Mubarok. Dari pasangan ini lahirlah seorang laki-laki yang diberi nama Abdulllah Ibnu Mubarok. Anak laki-laki ini tumbuh besar menjadi orang yang taat dan patuh akan perintah Allah SWT.

Demikian ustad Tajuddin kisah tentang ketakutan seorang hamba akan memekan sesuatu yang bukan menjadi haknya. Ustad Tajuddin menyampaikan hati-hati dengan fitnah dunia. Harta, kekayaan kecantikan dan anak bisa adalah perhiasan dunia yang bisa menjadi fitnah besar jika tidak bisa menempatkannya.

Al-Qur’an Surat Al Kahfi Ayat 46,"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan".

Sesungguhnya harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Ia akan menjadi fitnah. Maka jika tidak bisa menjaganya maka akan menjadi  penyakit. Penyakit tamak, penyakit bahil dan penyakit tamak. Maka hendaklah pandai-pandai meletakkan sesuatu itu pada tempatnya.   

Anak sejak kecil hendaklah mengajarkannya Al-qur’an. Mengajarkan anak-anak kepada keimanan kepada Allah SWT. Anak yang memahami Al-Qur’an tidak akan pernah lupa untuk mendoakan orang tuanya, baik masih hidup atau sudah tiada.

Maka harta dan anak jadikanlah sebagai wadah untuk berbuat sholeh. Amalan-amalan yang besar ini yang akan mengantarkan pada kekekalan perbuatan sholah. Jagan sia-siakan kesempatan emas ini dan waktu  yang tersisa ini. Sesungguhnya setiap pekerjaan yang dilakukan karena Allah SWT maka akan mendapatkan ganjaran disisi Allah SWT. Semoga Allah memberikan anak-anak yang sholeh dan memberikan manfaat. Kemudian harta yang diberikan tidak menjadi fitnah tetapi menjadi menjadi penolong, demikian doa yang disampaikan ustad Tajuddin sebelum menutup kajian.***(Ken-HUMAS UNIVRAB)

Berita Lainnya
28 November 2016 09:10:00 WIB

Univrab Goes To School, Beri Tes Minat Bakat Secara Gratis ke Sekolah

UNIVRAB -Pukul 11.30 siang minggu (20/11) tim UNIVRAB berangkat menuju

12 Mei 2016 20:11:09 WIB

Motivasi Para Guru SMA Agar Meneliti, UNIVRAB Laksanakan Pelatihan PTK

UNIVRAB -Sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri

25 Februari 2017 14:08:16 WIB

Rihlah Fisipol UNIVRAB

UNIVRAB. Sabtu (25/02) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL)