Image
2016-05-31 124 124

HI UNIVRAB dan ITJ Pekanbaru Buka Kelas Pemikiran Islam

UNIVRAB - Realisasi pelaksanaan Kelas Pemikiran dan Peradaban Islam (KPI) yang sebelumnya dicanangkan oleh Universitas Abdurrab (UNIVRAB) khususnya Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) UNIVRAB bersama Forum Misykat, Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Pekanbaru memasuki tahapan penerimaan dan pendaftaran peserta. KPI Misykat yang oleh ITJ Pekanbaru memasuki angkatan kedua itu dikemas dalam format perkuliahan bulan Ramadhan 1437 Hijriah. Konsisten dengan konsep awal, dilaksanakannya KPI Misykat di UNIVRAB tersebut sejalan dengan visi dan misi kampus yang mengusung nilai-nilai Islami.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Hubungan Internasional (HI), Hizra Marisa M.Si yang ditemui disela kegiatannya menjadi Kordinator Lokasi SBMPTN pada Selasa (31/5) pagi di kampus UNIVRAB.

"Konsep Islamisasi harus mengejewantah dalam civitas ini. HI sebagai cabang ilmu yang banyak mempelajari mazhab dan pemikiran para aktor internasional sudah saatnya lebih aplikatif, dimulai dengan brainstorming para mahasiswa kita. Mereka harus paham dan sadar akan besarnya para pemikir Islam, tidak hanya dimasa lalu namun juga bagaimana akan berefek pada masa kini. Ditambah banyak dosen kami (HI, -red) yang sering menjadi pembicara dan pengisi di forum ini. Kami di Prodi HI UNIVRAB siap menjadi host (tuan rumah -red) Ramadhan ini, insha Allah," ucap Hizra optimis.

Di lain tempat, Ketua Forum Misykat ITJ Pekanbaru Novaldi Herman S.IP mengatakan penyelenggaraan KPI tersebut sudah memasuki masa pendaftaran.

"Pelaksanaan KPI Misykat sudah mulai memasuki masa pendaftaran. Kita sudah lampirkan formulirnya dan bisa diunduh oleh para calon peserta. Salah satu prioritas dari KPI Misykat ini nantinya para peserta akan mendapat materi-materi seputar pandangan hidup atau worldview of Islam, peradaban Islam masa awal hingga masa kontemporer, asas tauhidullah, konsep manusia dan kebahagiaan, masa kejayaan Islam atau the golden age of Islam dan lain sebagainya," jelas Novaldi.

Lebih lanjut disampaikan Novaldi, peserta KPI Misykat tidak hanya mengikuti kelas perkuliahan, tapi juga akan difasilitasi membuat kelompok diskusi sebagai pengayaan materi yang diperoleh.

"Lebih jauh, para peserta juga akan kita buatkan satu FGD (kelompok diskusi, red) untuk membahas isu-isu utama yang kerap ditemui umat Islam. FGD tersebut nantinya disamping sebagai pengayaan materi, juga mengajak para peserta melihat masalah-masalah yang dihadapi umat lebih spesifik. Diharapkan ada problem solving yang lahir dari diskusi tersebut," ucap pria yang aktif menulis ini berharap.

Pelaksanaan KPI Misykat angkatan kedua akan dimulai pada tanggal 8 Juni 2016 mendatang dengan lima hari perkuliahan secara selang-seling. Hal tersebut agar peserta tetap dapat menjalankan rutinitas lain dan tidak kesulitan mengatur waktu.

Sebagai kegiatan akhir, UNIVRAB bersama Forum Misykat ITJ Pekanbaru juga menyelenggarakan kuliah umum pada tanggal 18 Juni 2016, sekaligus pemberian sertifikat pada para peserta dan ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama.

Salah satu alumnus KPI Misykat ITJ Pekanbaru angkatan pertama, Azhari Setiawan S.IP, mengatakan banyak manfaat perihal mengikuti kelas tersebut. Mahasiswa yang tengah menempuh magister Hubungan Internasional di Universitas Indonesia ini menilai KPI Misykat adalah salah satu langkah merevitalisasi cara pandang umat.

"Agama adalah cara pandang, worldview. Generasi muda saat ini perlu perbaikan cara pandang. KPI Misykat mengajarkan kita semua bahwa masalah utama dunia saat ini adalah hilangnya adab yang disebabkan oleh crisis of knowledge. Bagi saya, Misykat adalah solusi bagi generasi muda Riau khususnya untuk merevitalisasi worldview sesuai cara pandang Islam," ujar Azhari yang juga alumnus Sekolah Pemikiran Islam, YISC Al Azhar Jakarta itu.

Terkait pelaksanaan KPI yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, salah satu anggota Forum Misykat bidang perumusan silabus perkuliahan itu menyambutnya dengan antusias.

"Kita mau membuat bulan Ramadhan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Nanti, akan ada "Ramadhan Lecture" khusus membahas tentang Islam sebagai sebuah bangunan ilmu dan peradaban. Mempelajari Islam sebagai sebuah cara pandang atau worldview, ilmu, dan peradaban tentu berbeda sekali dengan mempelajari Islam hanya sebagai ritual ibadah saja. Islam dalam hal diin atau agama sering disalahartikan hanya sebagai ritual ibadah. Padahal ada makna besar yang harus dipahami lewat pendekatan-pendekatan yang ilmiah," tandasnya.

Ia menambahkan pentingnya mengikuti kelas tersebut. Format kelas yang terbuka tidak hanya untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, tapi juga dosen dan umum itu dinilai dapat menjawab tantangan saat ini. Ditambahkan Azhari, lewat kelas tersebut para peserta dapat mengenal lebih jauh tamaddun atau peradaban Islam.

"Cara pandang Islam membuat kita sadar akan ident


Post
News1 view

Coffe Morning Bersama Rektor UNIVRAB

UNIVRAB. Rabu (20/09) rektor UNIVRAB Dr. Arisman Adnan, MSc bersama Kabag Kemahasiswaan Radial Qodri,S.Kom dan Hariswan, SE Pembina Keluarga Mahasiswa Abdurrab (KMA). Acara… [...]

Post
Prodi Hubungan Internasional243 view

Think Globally and Act Locally Program Studi Hubungan Internasional

UNIVRAB - Selasa 07 Juni 2005 manjadi awal dari berdirinya program studi Hubungan Internasional Universitas (HI) Abdurrab (UNIVRAB). Secara hukum berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal… [...]

Post
Sosial45 view

Kajian Tentang Tanda-tanda Orang Yang Bangkrut

Kita semua pasti pernah mengenal orang yang mengalami masalah keuangan. Biasanya, setelah menemui jalan buntu, mereka akhirnya meminta bantuan pinjaman dari keluarga, menarik uang tunai… [...]