(+62) 761 387 62    humas@univrab.ac.id

Kajian Rutin Jumat, Metode Alquran Dalam Mewujudkan Insan Kaamil

Jum'at, 21 Februari 2020 | Dilihat 117 Kali

(Humas Univrab – Pekanbaru, 21/02/20) Kegiatan rutin yang setiap pekannya dilaksanakan adalah kajian jumat. Kajian ini merupakan program untuk menambah pengetahuan tentang islam lebih mendalam. Pada kajian hari ini membahas tentang metode alquran dalam mewujudkan insan kaamil. Materi ini disampaikan oleh almukarram Ust. H. Musthafa Umar, LC, MA.

Dalam penyampaian, beliau menjelaskan bahwa manusia terdiri atas  unsur jasad dan ruh, dimana ruh lah yang lebih penting untuk selalu disucikan karena jasad hanya sebagai tempat menumpang ruh yang nantinya akan ditinggal di tempat persinggahan yaitu liang lahat atau kubur. Karena jasad pada dasarnya memiliki keinginan pemuasan hawa nafsu, sedangkan ruh memiliki keinginan untuk beribadah kepada Allah. Sebagai tolak ukur menjadi manusia terbaik adalah ketakwaan. Kemudian yang dimaksud insan kamil adalah para nabi dan rasul yaitu Rasulullah solallahualai wasallam.

Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Maka tepatlah contoh insan kaamil itu kepada Rasulullah dan wajib bagi kita sebagai umat nya untuk mengikuti Rasulullah.

Kemudian Rasulullah memiliki tiga tugas dalam mewujudkan insan kaamil, Allah berfirman dalam surah Al-Jumuah ayat 2 yang artinya “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.

Dapat disimpulkan untuk menjadi insan kaamil dapat kita capai dengan membacakan ayat-ayat Allah yang berarti menguatkan spiritual diri kita, kemudian mensucikan jiwa, ini kuat kaitannya dengan moral dan adab kita sebagai manusia, dan terakhir mengajarkannya, yaitu berkaitan tentang intelektual. Memiliki ilmu yang mendalam tentang islam.


TAGS : Universitas  

KOMENTAR