(+62) 761 387 62    humas@univrab.ac.id

Belajar Dari Rasulullah Dalam Mewujudkan Visi Rab Value Di Yayasan Dan Universitas Abdurrab

Jum'at, 02 Agustus 2019 | Dilihat 51 Kali

Bertempat di Ruang Raja Ali Haji Susiana Tabrani Convention Hall, kembali digelar Kajian Rutin Islamisasi Sains bagi Pimpinan Yayasan dan Universitas Abdurrab. Kajian ini diadakan secara rutin setiap Selasa Pagi sebagai penguatan bagi stakeholders dalam penerapan (Rabbani, Amanah dan Beradab) RAB Value di lingkungan Yayasan dan Universitas Abdurrab.      

Pagi ini, Ustadz Andree sebagai pemateri membahas topic yang sangat strategis terkait dengan perwujudan Visi Yayasan dan Universitas Abdurrab dalam menerapkan RAB Value. Disampaikan dalam diskusi yang ringan, beliau mengambil kisah penaklukan Romawi Timur dalam mengawali kajian.   

Rasulullah mengajar hikmah merealisasikan ide menjadi kenyataan dalam kisah penaklukan Romawi Timur (Kota Konstantinopel). Dalam sebuah kesempatan Rasulullah bersabda : “Kita akan menaklukkan Romawi. Kota pertama yang akan ditaklukkan adalah Kotanya Hercules, yaitu Romawi Timur (Konstantinopel). Pasukan yang dapat menaklukkannya merupakan pasukan yang terbaik”.

Semenjak Visi tersebut disampaikan Rasulullah, sahabat mulai mengarahkan fikiran dan pandangannya kepada Romawi Timur. Hingga ratusan tahun visi tersebut menjadi cita-cita Ummat Muslim dari generasi ke generasi. Visi tersebut terwujud 700 Tahun kemudian di tangan seorang pimpinan perang yang masih belia bernama Muhammad Al Fatih.

Penaklukan kota konstantinopel berada dalam alam fikir Muhammad Al Fatih semenjak kecil. Ide ini kemudian menjadi mental dan dieksekusi oleh Muhammad Al Fatih sebagai pemimpin pasukan. Visi bahwa pasukan yang dapat menaklukkan Romawi adalah pasukan yang terbaik, mendorong Muhammad Al Fatih untuk benar-benar dapat mencapai hal tersebut, meski masih berusia 16 tahun.       

Dari kisah ini dapat dipetik pelajaran bahwa perwujudan visi dilakukan pada tiga tahap yaitu Alam fikiran, alam mentalitas dan alam nyata perbuatan.

Lintasan fikiran manusia yang dalam Bahasa Arab disebut ‘khawatir’ bergerak secara aktif. Lintasan fikiran manusia senantiasa berkelebat dan apa-apa yang sering muncul dalam fikiran dikatakan sebagai ‘ingatan’ atau dalam Bahasa Arab disebut sebagai ‘Dzakirah’. Suatu hal dari ingatan yang diolah fikir dan dianalisa, maka akan timbul ‘ide’ atau ‘fikrah’. Tahapan ini adalah tahapan alam fikiran.  

Ide atau fikrah akan meciptakan dua kemungkinan, ide tersebut akan terjadi atau sebaliknya tidak akan terjadi. Ketika sampai pada level ini, diperlukan keyakinan, iradah (keinginan), dan azimah (azzam) terhadap ide tersebut. Tahapan ini adalah tahapan alam mentalitas.  

Jembatan antara Azimah ke alam nyata adalah perbuatan (harokah). Perbuatan merealisasikan ide yang telah menjadi Azzam. Banyak sekali orang-orang yang kemudian menjadi lemah kompetensi mengeksekusi. Kelemahan eksekusi ini dapat disebabkan oleh ketidaktahuan ataupun ketidakmampuan dalam proses eksekusi tersebut.

Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan diskusi dalam mengevaluasi penerapan awal RAB value di lingkungan Yayasan dan Universitas Abdurrab.

“Insya Allah penerapan RAB Value ini bukan hal yang Utopis, namun sesuatu yang Haq, yaitu kebenaran yang realistis, yang bisa kita wujudkan,” Tutup Ustadz Andree.    

                                                                                                                                                    

 

      


TAGS : Universitas  

KOMENTAR