(+62) 761 387 62    [email protected]

Tim Pengabdian Masyarakat UNIVRAB meraih Juara 1 Presenter Terbaik pada Hibah Kosabangsa DRTPM

Jum'at, 01 Maret 2024 | Dilihat 541 Kali

(Humas-UNIVRAB) Universitas Abdurrab kembail mengukir prestasi Nasional, Prestasi terbaik ini disumbangkan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Abdurrab yang diketuai oleh Bapak Debi Setiawan, M.Kom. Tak hanya mendapatkan Dana Hibah Kosabangsa DRTPM, kelompok Pengabdian Masyarakatnya juga menjadi juara 1 Presenter hasil terbaik dalam Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) yang ditaja oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tahun pelaksanaan 2023.

Rektor Univrab, Prof Susi Endrini SSi MSc PhD didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Univrab, dr May Valzon MSc dan ketua tim Pengabdian Masyarakat, Debi Setiawan MKom menjelaskan, Univrab mendapatkan hibah Kosabangsa dari Kemenristek Dikti. Ini merupakan salah satu yang paling bergengsi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat secara nasional. “Hasil penelitiannya di presentasikan di Makassar, dan Alhamdulillah kita jadi yang terbaik,” ujar Rektor Univrab.

“Termasuk dalam hibah Kosabangsa ini, Univrab sangat mendukung dan membantu agar penelitiannya bisa berjalan lancar dan hasilnya juga maksimal. Kami bangga dengan capaian yang telah diraih. Semoga tahun ini bisa lanjut lagi programnya,” harap Prof Susi yang sangat mendukung Riset dan Pengabdian dari dosen maupun mahasiswa yang tujuannya bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan tentu saja itu adalah implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Univrab, dr May Valzon MSc menambahkan, penelitian ataupun riset ini adalah bagian dari tanggungjawabnya sebagai Ketua LPPM Univrab. “Setiap tahun kami mengelola teman-teman peneliti dan pengabdi baik untuk untuk mendapatkan bantuan untuk pendanaan dari dalam maupun luar universitas,” ujarnya.

Dijelaskannya, setiap tahun Kemenristek Dikti memberikan hibah untuk penelitian pengabdian, salah satunya melalui program Kosabangsa ini. Hibah ini diberikan negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dalam hal ini, Bapak Debi punya program untuk membantu masyarakat di Kabupaten Rohil. Bagaimana membantu nelayan di sana agar bisa mengelola hasil tangkapannya. Hasilnya sudah disampaikan di tingkat nasional pada 26-27 Februari 2024. Kami mendapatkan juara 1. Semoga tahun ini kami dapat lagi hibah lanjutannya. Dan kami berkomitmen senantiasa mensupport para dosen untuk berkarya. Apalagi ini merupakan point penting dalam peningkatan kemampuan dosen hadir di tengah masyarakat seirama dengan program kosabangsa ini, dosen hadir di tengah mitra produktif maupun non produktif secara ekonomi”, harap dr May Valzon MSc.

Di sisi lain, Debi Setiawan MKom, Dosen Teknik Informatika yang juga Ketua Tim Riset Program Hibah Kosabangsa mengaku senang dengan hasil yang diraih. Tak hanya dana hibah tapi juga jadi yang terbaik. Namun yang terpenting lagi menurutnya bisa membantu masyarakat khususnya nelayan dan para masyarakat yang ada di Desa Labuhan Tangga Hilir, Rokan Hilir.

“Judul riset kami itu ‘Hilirisasi Produk Hasil Tangkapan Ikan Laut untuk meningkatkan Kemandirian Ekonomi Desa Labuhan Tangga Hilir’. Dana hibah yang kami terima sekitar Rp223 juta lebih. Selama riset kami punya tiga mitra, yaitu mitra kegitan, mitra sasaran dan mitra kerja sama, semuanya saling berkolaborasi,” sebutnya.
Atas capaiannya, Debi mengaku sangat berterima kasih atas dukungan pihak yayasan yang membantu menalangi dana pengabdian. Kepada Rektor Univrab yang terus memotivasi dirinya dan tim untuk menghasilnya riset terbaik. Kepada Ketua LPPM Univrab yang dengan sabar mendampingi dan membantu setiap proses ini dari awal hingga usai.

Secara ringkas, Debi Setiawan menerangkan kalau dipilihnya lokasi tersebut karena nelayan di sana terbiasa menangkap ikan dengan pukat sehingga tangkapannya banyak. Namun bingung untuk memanfaatkan hasil tangkapannya tersebut. Pihaknya di sana melakukan sosialisasi, memperkenalkan inovasi teknologi dan juga pendampingan. Kami perkenalkan yang namanya Fish Finder Sonar yang berguna untuk mendeteksi kerumunan ikan sehingga memudahkan nelayan mengetahui lokasi kerumunan ikan tersebut. Sehingga hasil yang didapat akan maksimal, tim pengmas ini terdiri, tim pendamping dari UNISKA Banjarmasin, tim pelaksana dari Farmasi, Kebidanan dan Teknik Informatika dan Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab.

“Mitra sasaran kita ada dua yaitu kelompok nelayan Bintang Utama dan kelompok BUMKep Edelweis. Sementara mitra kegiatan kita adalah Desa Labuhan Tangga Hilir. Ini adalah upaya berkolaborasi antara BUMKep dengan kelompok nelayan. Saat ini dengan adanya sosialisasi dari kami, masyarakat di sana sudah mampu menghasilkan nugget, bakso, ikan salai, ikan asin dan ada pengalengan ikan sarden. Akan kita patenkan, kami membuat sinar kontrol sarden, semua jumlah produksi ditata rapi di dalam semua aplikasi, sinkron dari sinar kontrol sarden ke aplikasi e-commerce BANGSA, tinggal nantinya membangun rumah produksi”, ungkapnya.

Beliau dan tim masih menyimpan banyak ide-ide inovatif lainnya, mulai dari pengembangan produksi produk lainnya, membangun rumah produksi, hingga digitalisasi marketing sampai ke sektor Internasional, dan terpenting tetap berniat untuk membantu Masyarakat.


KOMENTAR